3 Tirakat Jawa untuk Kesaktian Namun Berat Dilakukan

3 Tirakat Jawa untuk Kesaktian Namun Berat Dilakukan – Tirakat jawa memang diketahui bisa berdampak menghasilkan kesaktian pada diri penggunanya. Sehingga banyak orang yang mencoba melakukan tirakat untuk mencapai hajatnya. Namun ternyata terdapat 3 tirkat Jawa yang termasuk kuno dan berdampak luar biasa namun cukup berat untuk dilakukan.

Tapa Pendem

Tirakat yang dilakukan dengan mengubur diri hidup-hidup dan hanya diberikan lubang bernapas yang terbuat dari bambu berlubang. Sebelum mengubur diri, pelaku harus berpuasa selama 3 sampai 4 hari. Butuh keberanian dan kesucian hati dalam melakukan tirakat ini. Konon, bila hati tidak bersih maka pelakunya bahkan bisa gila. Seorang yang melakukan Tapa Pendem diketahui akan memperoleh kesaktian tertentu.

Tapa Ngalong

Sebuah tirakat jawa yang dilakukan dengan membalikkan posisi tubuh secara tergantung dengan kepala di bawah dan kaki di atas. Pada tahapan tertentu, pelaku tapa ngalong atau tapa sungsang menggantungkan kakinya di dahan pohon layaknya kalong atau kelelawar.

Dalam posisi tergantung ini, pelaku tidak boleh banyak bergerak. Umumya tapa ngalaong dibarengi dengan puasa ngrowot yaitu puasa yang meninggalkan nasi sebagai makanan utamanya.

Tapa Ngeluwang

Tirakat jawa yang dilakukan dengan mengubur diri di tanah kuburan. Butuh keberanian besar untuk melakoni tirakat ini sehingga tidak banyak orang yang berani menjalaninya Dipercaya, topo ngeluwang diamalkan untuk memunculkan penglihatan gaib. Seorang yang berhasil melakoni tirakat ini akan melihat hal hal mistis mengerikan seperti jin dan arwah gentayangan.

Demikian 3 tirakat jawa yang cukup berat dilakukan. Tentunya hal ini sesuai dengan dampak yang kemudian didapatkan. Tirakat berat tentunya bisa menjadi uji keseriusan sehingga hanya orang yang bersungguh-sungguh yang mampu melakukannya dan diberi tanggung jawab kesaktian.