tasbih

Tasbih Dewandaru Kalijaga

Rp 2.170.000

Deskripsi

Apa itu Tasbih Dewandaru?

Tasbih Dewandaru adalah tasbih bertuah yang terbuat dari Kayu Dewandaru. Khasiat atau keberkahan utamanya antara lain sebagai sarana penyempurna ilmu kanuragan, pembangkit daya pengasihan, pembangkit kharisma dan kewibawaan serta penangkal gangguan gaib.

Nama Kayu Dewandaru yang terkenal beraroma khas ini dapat diartikan sebagai ‘pembawa wahyu dewa’ dalam Bahasa Jawa. Dalam berbagai kisah pewayangan, baik yang berbahasa Jawa kuno maupun Sansekerta, Kayu Dewandaru banyak disebut dan diceritakan beserta khasiat-khasiatnya. Pohon Dewandaru sendiri termasuk ke dalam jenis tanaman perdu yang hidup menahun dengan tinggi batang mencapai lima meter. Batang Dewandaru cenderung tegak, berkayu dan berbentuk bulat dengan kulit berwarna coklat.

Kayu Dewandaru banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuat aksesoris seperti tasbih, gelang, kalung dan batu cincin (akik) karena tuah supranaturalnya. Tuah atau manfaat Kayu Dewandaru yang merupakan pasangan Kayu Stigi tersebut antara lain:

  • Tuah keselamatan, terutama untuk melindungi diri dari segala bahaya dalam kondisi terdesak atau bencana dan kecelakaan
  • Meningkatkan kepercayaan diri
  • Meningkatkan kharisma dan kewibawaan
  • Meningkatkan nyali atau keberanian tingkat tinggi
  • Melancarkan rezeki, sehingga lebih berlimpah, berkah dan barokah
  • Menangkal energi negatif
  • Menetralkan racun
  • Meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh, baik terhadap penyakit maupun serangan fisik
  • Sedangkan bila ditilik dari sisi ilmiah, Dewandaru mengandung protein, karbohidrat, vitamin C, tanin, atsiri, saponin dan flavonoid yang terbukti berkhasiat mengurangi tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, mempertahankan keseimbangan metabolisme dan berperan sebagai antioksidan.

Kayu Dewandaru tidak tumbuh di sembarang tempat. Dalam jumlah yang terbatas, pohon kayu bertuah ini dapat ditemukan di daerah kepulauan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah. Sifat Kayu Dewandaru mewakili karakter Pandawa Lima, antara lain Yudhistira yang luhur dan jujur, Bima yang berwatak keras, Janaka yang kharismatik dan penuh pesona, serta Nakula dan Sadewa yang serta rendah hati.

Di beberapa daerah, Dewandaru disebut juga sebagai asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau ceremai asam. Sedangkan dalam Bahasa Inggris, pohon bertuah dan berkekuatan magis ini dikenal sebagai Surinam Cherry, Brazillian Cherry atau Cayenne Cherry.