Sunan Kalijaga dan Onto Kusuma

Menurut cerita rakyat yang dituturkan turun temurun sampai sekarang menyatakan, bahwa dahulu sewaktu para Walisongo sudah selesai menunaikan shalat Shubuh di Masjid Agung Demak, tiba-tiba terlihatlah ada sebuah “bungkusan” yang terletak di depan Mikhrab. Sehingga Sunan Bonang pun meminta supaya Sunan Kalijaga mengambil dan memeriksanya. Ketika dibuka oleh Sunan Kalijaga ternyata bungkusan tersebut berisi “baju” (kotang), kulit kambing dan secarik kertas yang menerangkan baju itu adalah anugerah dari Nabi Muhammad saw. dan juga kulit kambing yang ada untuk dibuat baju. Kedua baju itu sampai sekarang masih terawat baik, yang pertama “baju ontokusumo” dan yang kedua yakni yang terbuat dari kulit kambing dinamai “baju Kyai Gondil”. Menurut cerita, baju ontokusumo sekarang disimpan di musium kraton Solo dan baju Kyai Gondil sekarang tersimpan dalam makam Sunan Kalijaga di Kadilangu (Demak).

Namu ada juga yang menerangkan bahwa bungkusan itu tidak terletak di depan mikhrab, akan tetapi bergantung di atas mikhrab, dan oleh Sunan Bonang bungkusan itu lalu dikait dengan tongkatnya. Ternyata bungkusan itu dari kulit kambing yang di dalamnya terdapat surat dan baju Ontokusumo. Isi surat itu menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw. telah menganugerahkan baju Ontokusumo kepada Sunan Kalijaga dan agar kulit kambing itupun dibuat baju juga. Setelah baju Ontokusumo itu dipakai oleh Sunan Kalijaga, maka para Wali yang lain kagum melihat-nya, sebab warnanya berbeda-beda menurut pandangan masing-masing Wali. Ada yang mengatakan warnanya hitam ada yang mengatakan merah, ada yang mengatakan kuning, putih dan lain-lain, sehingga boleh dikatakan bahwa warna baju itu bisa berubah-ubah.

Oleh Sunan Bonang kulit kambing itu dibuatnya baju (kotang) menurut ukuran baju Ontokusumo yang ada dalam bungkusan itu. Ternyata setelah selesai, terlalu sempit untuk dipakainya. Lalu para Wali yang lain ingin mencoba baju itu, juga tidak ada yang pas. Ada yang terlalu sempit ada pula yang terlalu longgar. Akhirnya baju dari kulit kambing itu dikembalikan kepada Sunan Kalijaga dan oleh Sunan Bonang baju itu dinamakan Baju “Kyai Gondil”.